LPS Edukasi Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah UIN Madura Lewat “LPS Goes to Campus”
- Diposting Oleh Admin Web Prodi PBS
- Senin, 13 April 2026
- Dilihat 41 Kali
Pamekasan – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar kegiatan edukasi dan literasi keuangan bertajuk LPS Goes to Campus di Ballroom Lantai 4 UIN Madura, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan peserta yang mayoritas merupakan mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Madura.
Acara tersebut menghadirkan narasumber dari LPS dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur, yakni Bayu Permana Jati selaku Kepala Divisi EHK KPW LPS II, Indrawan Nugroho Utomo sebagai Asisten Direktur Divisi PPPEPK OJK Jawa Timur, serta Benazhar Ahmad selaku Sub Manager Divisi EHK KPW LPS II.
Wakil Rektor III UIN Madura, Prof. Dr. H. Mohammad Ali Al Humaidy, M.Si., yang hadir mewakili rektor, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurut dia, literasi keuangan menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa di tengah meningkatnya kompleksitas sektor keuangan.
“Tentu acara ini harus kita sambut dengan baik. Ini sangat penting di tengah maraknya isu pinjaman online dan keberadaan lembaga keuangan yang belum jelas legalitasnya,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama yang lebih konkret antara kampus dengan LPS dan OJK, termasuk membuka peluang magang bagi mahasiswa, khususnya dari FEBI.
Dalam pemaparannya, Bayu Permana Jati menjelaskan bahwa LPS memiliki mandat utama dalam menjamin simpanan nasabah perbankan. Selain itu, LPS juga berperan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan melalui kewenangan resolusi bank.
“Selain menjamin simpanan, LPS juga memiliki kewenangan dalam penjaminan asuransi, serta melakukan penyelamatan maupun penutupan bank jika diperlukan,” jelasnya.
Ia menambahkan, program LPS Goes to Campus bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa terkait sistem keuangan, termasuk perlindungan nasabah dan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak.
Materi yang disampaikan juga menyoroti peran otoritas keuangan dalam mengawasi sektor jasa keuangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko seperti investasi ilegal dan pinjaman online tidak berizin.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang disambut antusias oleh mahasiswa, khususnya dari Prodi Perbankan Syariah. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan plakat dan cinderamata antar lembaga sebagai bentuk apresiasi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami peran lembaga keuangan, tetapi juga mampu mengaplikasikan literasi keuangan dalam kehidupan sehari-hari serta mendukung penguatan ekosistem keuangan syariah di Indonesia.