Mahasiswa Perbankan Syariah UIN Madura Jadi Lulusan Terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam pada Yudisium ke-XXII
- Diposting Oleh Admin Web Prodi PBS
- Selasa, 14 April 2026
- Dilihat 39 Kali
PAMEKASAN — Suasana haru dan bahagia terasa saat Nur Tilawatil Qur’an berdiri di hadapan ratusan peserta Yudisium FEBI UIN Madura ke-XXII, Selasa (14/4/2026). Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Madura itu resmi dinobatkan sebagai lulusan terbaik FEBI UIN Madura tahun ini.
Bagi Nur Tilawatil Qur’an, capaian tersebut bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga tentang perjalanan panjang yang dipenuhi perjuangan, doa, dan dukungan banyak orang. Di balik senyum yang ia tampilkan di hari yudisium, ada cerita tentang lelah, tekanan, dan proses bertumbuh selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.
Dalam sambutannya mewakili seluruh peserta yudisium, ia mengungkapkan rasa syukur karena akhirnya bisa sampai di titik kelulusan bersama teman-teman seperjuangannya.
“Alhamdulillah, hari ini menjadi momen yang tidak hanya menandai akhir dari perjalanan, tetapi juga awal dari langkah baru dalam kehidupan kami,” ujarnya.
Ia menyebut perjalanan selama kuliah tidak selalu mudah. Ada masa-masa ketika tugas menumpuk, rasa lelah datang silih berganti, dan harapan terasa begitu berat untuk dijalani. Namun, semua itu perlahan terbayar ketika akhirnya berhasil menyelesaikan studi.
“Ada lelah, ada air mata, dan ada perjuangan yang mungkin tidak terlihat oleh banyak orang. Namun hari ini, semua itu terbayar dengan satu kata: lulus,” katanya.
Di tengah pencapaiannya sebagai lulusan terbaik, Nur Tilawatil Qur’an tetap menunjukkan kerendahan hati. Ia mengaku keberhasilannya tidak lepas dari peran dosen, orang tua, keluarga, dan teman-teman yang selama ini selalu mendukungnya.
“Pada kesempatan ini, izinkan saya mewakili teman-teman menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada para dosen yang telah membimbing kami dengan sabar hingga kami berada di titik ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para dosen apabila selama masa perkuliahan pernah melakukan kesalahan, sekaligus meminta doa agar seluruh lulusan diberikan kemudahan dalam menapaki kehidupan setelah kampus.
Menurutnya, gelar sarjana bukanlah akhir dari proses belajar. Justru setelah lulus, mahasiswa dituntut untuk mampu membawa manfaat bagi masyarakat dan menjaga nilai-nilai yang telah dipelajari selama di bangku kuliah.
“Hari ini kita tidak hanya membawa gelar, tetapi juga harapan-harapan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan berani melangkah menghadapi masa depan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap UIN Madura yang kini telah meraih akreditasi unggul. Ia berharap kampus tersebut terus berkembang dan menjadi tempat lahirnya generasi yang unggul dalam ilmu maupun akhlak.
“Semoga UIN Madura terus menjadi cahaya yang menerangi masa depan umat dan bangsa,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Nur Tilawatil Qur’an menyampaikan kalimat sederhana yang langsung disambut tepuk tangan para peserta yudisium.
“Gelar boleh melekat di nama, tetapi nilai diri ditentukan oleh apa yang kita lakukan setelahnya,” katanya