Mahasiswa Perbankan Syariah UIN Madura Raih Best Poster di Kompetisi Ekonomi Islam Internasional
- Diposting Oleh Admin Web Prodi PBS
- Rabu, 9 September 2026
- Dilihat 71 Kali
PAMEKASAN, 09 September 2026 — Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Ach. Shabirin Febryan, meraih penghargaan Best Poster kategori Halal Industry dalam International Economic Competition (IEC) Vol. 3 tahun 2026.
Prestasi tersebut diraih melalui karya poster berjudul “Peluang & Tantangan Industri Halal: Indonesia Menuju Pasar Global”. Karya itu mengangkat isu penguatan industri halal Indonesia dan peluangnya untuk menembus pasar global.
Kompetisi poster ilmiah tingkat internasional tersebut diselenggarakan oleh Asosiasi Program Studi Keuangan dan Perbankan Syariah (APSKPS). IEC Vol. 3 tahun 2026 mengusung tema “Beyond Boundaries: Redefining the Future of Islamic Economics Through Innovation, Sustainability, and Global Collaboration”.
Melalui perpaduan data dan visual, Shabirin memetakan sejumlah peluang sekaligus tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mengembangkan ekosistem industri halal. Salah satu perhatian utamanya adalah bagaimana potensi besar industri halal dapat diikuti dengan penguatan ekosistem yang lebih terintegrasi.
Dalam karyanya, Shabirin menyoroti sejumlah agenda penting, antara lain percepatan sertifikasi halal, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan literasi halal masyarakat.
Menurut dia, penguatan aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing industri halal Indonesia. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga untuk memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan industri halal global.
Apresiasi Program Studi
Ketua Program Studi Perbankan Syariah UIN Madura, Khotibul Umam, M.E.I., mengapresiasi pencapaian Shabirin. Menurut dia, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki ruang untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus mengasah kemampuan menyampaikan gagasan secara kreatif.
“Pihak program studi sangat mengapresiasi pencapaian Ach. Shabirin Febryan. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Perbankan Syariah UIN Madura memiliki daya saing, gagasan kritis, serta kemampuan riset visual yang mampu bersaing di level internasional,” ujar Khotibul Umam dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).
Ia menilai bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam kompetisi ilmiah juga menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar ruang kelas. Pengalaman tersebut dapat melatih mahasiswa untuk mengidentifikasi persoalan, mengolah informasi, serta menyampaikan gagasan secara ringkas dan mudah dipahami.
Belajar Keluar dari Zona Nyaman
Bagi Shabirin, penghargaan Best Poster bukan satu-satunya hasil yang ia dapatkan dari kompetisi tersebut. Proses mengikuti lomba justru menjadi pengalaman belajar yang mempertemukannya dengan tantangan baru di luar rutinitas perkuliahan.
Ia mengaku sempat merasakan takut dan ragu ketika hendak mengikuti kompetisi.
“Sebagai mahasiswa, mengikuti lomba menjadi salah satu pengalaman yang sangat berharga. Rasa takut dan ragu untuk mencoba pasti ada, tetapi dari proses persiapan, berdiskusi, hingga menyusun ide, saya mendapatkan banyak hal baru yang tidak selalu bisa didapatkan di dalam kelas,” tutur Shabirin.
Menurut dia, kompetisi seharusnya tidak semata-mata dipandang sebagai arena untuk mengejar kemenangan. Lebih dari itu, kompetisi dapat menjadi sarana untuk menguji kemampuan dan mengenali potensi diri.
“Bukan hanya tentang menang, tetapi tentang bagaimana kita berani keluar dari zona nyaman, mengembangkan kemampuan, menambah relasi, dan berani mencoba hal baru. Walaupun hasilnya mungkin belum sesuai harapan, pengalaman dan ilmu yang didapat tetap menjadi hal berharga,” ujarnya.
Semangat tersebut, kata Shabirin, salah satunya tumbuh dari pesan sastrawan dan ulama Buya Hamka tentang keberanian menghadapi kegagalan.
Ia mengingat pesan bahwa seseorang tidak perlu takut jatuh, gagal, atau melakukan kesalahan karena pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari proses menemukan jalan yang lebih baik.
Bagi Shabirin, pesan tersebut relevan dengan pengalaman mahasiswa yang sedang membangun kemampuan dan mencari pengalaman.
Karena itu, ia mengajak mahasiswa untuk tidak menunggu sampai merasa memiliki kemampuan sempurna sebelum berani mengikuti kompetisi atau mencoba pengalaman baru.
“Jangan menunggu sampai merasa hebat untuk mengikuti lomba, karena justru pengalamanlah yang akan membuat kita semakin hebat. Selagi berstatus mahasiswa, mari berani melangkah, mencari pengalaman baru, dan mengembangkan potensi diri,” kata Shabirin.
Menurut dia, keberanian mengambil satu langkah kecil dapat menjadi awal bagi kesempatan yang lebih besar pada masa mendatang.