Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

pbs@iainmadura.ac.id

Transformasi Perbankan Syariah di Era Digital: Prodi Perbankan Syariah UIN Madura Bekali Mahasiswa Hadapi Tantangan Industri Keuangan Modern

  • Diposting Oleh Admin Web Prodi PBS
  • Kamis, 1 Oktober 2026
  • Dilihat 73 Kali
Bagikan ke

PAMEKASAN, Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menegaskan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang adaptif dan berdaya saing global di tengah gelombang digitalisasi industri keuangan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kuliah tamu bertajuk “Transformasi Perbankan Syariah di Era Digital: Inovasi, Kompetensi, dan Peluang Karier bagi Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah UIN Madura” yang dihelat di Aula FEBI UIN Madura, Kamis (1/10/2026).

Acara akademik diikuti oleh 75 peserta yang terdiri atas mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, mahasiswa lintas prodi di lingkungan FEBI, delegasi organisasi kemahasiswaan, serta jajaran dosen pengampu di Prodi Perbankan Syariah. Kegiatan kuliah tamu ini menghadirkan narasumber utama Branch Manager PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Kantor Cabang Pamekasan, Embar Tri Hartanto. Kehadiran praktisi senior perbankan syariah ini menjadi jembatan strategis antara teori akademik di ruang kelas dan dinamika riil di dunia kerja (link and match).

Dalam pemaparannya, Embar Tri Hartanto menguraikan bahwa transformasi digital di sektor perbankan syariah bukan sekadar pergantian aplikasi atau digitalisasi dokumen fisik semata. Transformasi digital merupakan perombakan menyeluruh yang mencakup aspek teknologi, proses bisnis, sumber daya manusia, budaya kerja, dan pengalaman nasabah (technology, process, people, culture, and customer experience) guna menghadirkan layanan yang lebih cepat, aman, dan inklusif.

Mengacu pada Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023–2027 oleh OJK serta Blueprint Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia 2030 oleh Bank Indonesia, industri perbankan syariah kini bergerak cepat memanfaatkan teknologi mutakhir. Mulai dari pemanfaatan Mobile Banking melalui super app BYOND by BSI, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Big Data Analytics, Cloud Computing, hingga arsitektur Open API. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa otomatisasi dan kecerdasan buatan tidak lantas meniadakan peran manusia, melainkan memperkuat kapasitas insani untuk memberikan analisis yang lebih tajam dan pendekatan yang lebih personal kepada nasabah.

Dekan FEBI UIN Madura Dr. H. Abdul Mukti Thabrani, Lc., M.H.I., bersama Ketua Prodi Perbankan Syariah, Khotibul Umam, M.E.I., menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. Penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) terus didorong agar selaras dengan kebutuhan industri keuangan syariah kontemporer. Mahasiswa diingatkan agar tidak berhenti pada pemahaman teoretis hafalan akad semata, seperti Murabahah, Mudharabah, Musyarakah, Ijarah, dan Wadiah, melainkan mampu menerapkan Customer Solution Thinking. Akad syariah harus diposisikan sebagai instrumen hukum yang solutif untuk menjawab persoalan riil di masyarakat, mulai dari pembiayaan UMKM, pengembangan ekosistem halal, hingga optimalisasi dana sosial keagamaan (ZISWAF).

Guna menghadapi pasar kerja masa depan, mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi profesional berstandar T-Shaped Professional yang memiliki wawasan yang luas (breadth) di bidang bisnis dan data, serta keahlian mendalam (depth) pada satu bidang spesifik. Konsep Future Banker juga diperkenalkan, dengan menghadirkan materi tentang penguasaan lima pilar utama yang meliputi; (1) landasan syariah yang kokoh, (2) pemikiran strategis bisnis, (3) literasi digital, (4) literasi data dan pemanfaatan AI, serta (5) kepemimpinan beretika tinggi.

Sebagai langkah taktis, mahasiswa didorong untuk membangun portofolio digital sejak masih kuliah. Portofolio nyata, seperti proyek analisis data pembiayaan menggunakan perangkat Excel atau Power BI, riset perilaku finansial Generasi Z, penyusunan rencana bisnis (business plan) fintech syariah, hingga pembuatan konten edukasi keuangan, dinilai jauh lebih bernilai di mata rekruter dibandingkan sekadar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) semata.

Rangkaian kuliah tamu yang dipandu oleh moderator Nadila Putri Arya ini berlangsung interaktif dan dilanjutkan dengan sesi perancangan studi kasus kelompok bertajuk "Madura Digital Islamic Banking". Melalui studi kasus tersebut, para mahasiswa diajak merumuskan solusi inovatif atas tantangan ekonomi lokal di Madura, mulai dari digitalisasi transaksi kampus, perluasan akses pembiayaan bagi perajin batik dan pengusaha tembakau, literasi investasi, hingga pengembangan ekosistem digital di lingkungan pesantren.

Melalui kegiatan ini, Prodi Perbankan Syariah UIN Madura dan Bank Syariah Indonesia KC Pamekasan berharap dapat merajut kolaborasi yang berkelanjutan, mulai dari program magang mahasiswa, riset bersama, hingga penyerapan talenta muda berkualitas. Sinergi erat antara dunia akademisi dan industri ini diyakini mampu melahirkan generasi penggerak ekonomi syariah yang tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga berintegritas tinggi dalam menebar keberkahan bagi umat dan bangsa.