Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

pbs@iainmadura.ac.id

Prodi Perbankan Syariah UIN Madura Perkuat Kurikulum OBE, Gandeng Praktisi Area Consumer Financing Manager Area Surabaya PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Selaraskan Kompetensi Lulusan dengan Kebutuhan Industri

  • Diposting Oleh Admin Web Prodi PBS
  • Rabu, 1 Juli 2026
  • Dilihat 138 Kali
Bagikan ke

PAMEKASAN — Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Madura terus memperkuat pedoman kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) sebagai upaya menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Peninjauan Kurikulum OBE yang digelar di Ballroom Azana Style Hotel Pamekasan, Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian Rapat Kerja FEBI UIN Madura Tahun 2026 yang menghadirkan akademisi, dosen, serta praktisi industri untuk memberikan masukan terhadap penyempurnaan kurikulum OBE.

Hadir sebagai narasumber utama Moch Junaedi Hermansyah, Area Consumer Financing Manager Area Surabaya Kota PT Bank Syariah Indonesia (Persero). Tbk. Dalam forum tersebut, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menjawab tantangan industri perbankan syariah yang berkembang sangat dinamis. Menurutnya, penyusunan kurikulum perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kompetensi lulusan selalu selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Salah satu isu yang mendapat perhatian adalah penguatan kompetensi mahasiswa pada bidang bisnis emas, yang saat ini menjadi salah satu layanan unggulan di industri perbankan syariah. Moch Junaedi menjelaskan bahwa mahasiswa perlu dibekali kemampuan dasar dalam melakukan penaksiran emas melalui uji massa, uji kimia, dan uji gosok (KNG) sebagai bekal ketika nantinya terlibat dalam layanan pembiayaan berbasis emas. Menurutnya, pemahaman tersebut akan menjadi nilai tambah bagi lulusan karena produk pembiayaan emas terus menunjukkan perkembangan yang positif dan membutuhkan tenaga profesional yang memiliki kompetensi teknis sekaligus memahami prinsip-prinsip syariah.

Selain aspek teknis, ia juga memaparkan perubahan strategi pemasaran yang kini berkembang di PT Bank Syariah Indonesia melalui sistem affiliate marketing. Setiap kantor cabang memiliki afiliator yang memasarkan berbagai produk perbankan menggunakan kode afiliasi sehingga setiap transaksi dapat dipantau secara digital dan menjadi dasar pemberian insentif. Skema tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa kemampuan memanfaatkan teknologi digital, memahami perilaku pasar, serta mengembangkan strategi pemasaran berbasis data menjadi kompetensi yang semakin penting dimiliki oleh lulusan perbankan syariah.

Berbagai masukan tersebut dinilai sejalan dengan arah pengembangan Kurikulum OBE Program Studi Perbankan Syariah UIN Madura. Kurikulum terbaru telah dirancang dengan memperkuat mata kuliah yang berorientasi pada praktik industri, di antaranya Manajemen Dana dan Pembiayaan Bank Syariah, Praktikum Bank Mini Syariah, Manajemen Risiko Lembaga Keuangan Syariah, Komunikasi Bisnis dan Negosiasi, Pemasaran Digital dan Branding Syariah, Fintech dan Bank Digital, Sistem Informasi Manajemen Perbankan Syariah, serta Seminar dan Studi Kasus Perbankan Syariah. Mata kuliah tersebut dirancang untuk memastikan mahasiswa tidak hanya memahami konsep teoritis, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam menyelesaikan berbagai persoalan nyata di industri perbankan dan keuangan syariah.

Dalam sesi diskusi, Moch Junaedi juga membuka peluang kerja sama melalui Program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di PT Bank Syariah Indonesia. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah UIN Madura memiliki kesempatan mengikuti program magang dengan mekanisme pengajuan melalui Area Manager Surabaya PT Bank Syariah Indonesia. Menurutnya, pengalaman belajar langsung di dunia industri akan memberikan nilai tambah yang tidak dapat diperoleh sepenuhnya di ruang kelas, sekaligus memperkuat kesiapan lulusan dalam menghadapi tantangan dunia kerja.

Ketua Program Studi Perbankan Syariah UIN Madura, Khotibul Umam, menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan yang diberikan oleh narasumber. Menurutnya, keterlibatan praktisi industri dalam proses peninjauan kurikulum merupakan bagian penting dari implementasi Outcome-Based Education, karena memastikan bahwa setiap capaian pembelajaran lulusan benar-benar mencerminkan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

"Masukan dari Bapak Moch Junaedi Hermansyah sangat konstruktif bagi pengembangan Kurikulum OBE Program Studi Perbankan Syariah. Perspektif industri memberikan gambaran nyata mengenai kompetensi yang saat ini dibutuhkan sehingga menjadi dasar bagi kami untuk terus menyempurnakan kurikulum agar semakin relevan dengan perkembangan sektor perbankan dan keuangan syariah," ujar Khotibul Umam.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan industri tidak boleh berhenti pada forum diskusi semata, tetapi perlu diwujudkan dalam bentuk kerja sama yang berkelanjutan.

"Kami sangat berharap Program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bersama PT Bank Syariah Indonesia dapat segera direalisasikan. Mahasiswa membutuhkan ruang belajar yang lebih luas melalui pengalaman langsung di dunia industri sehingga mampu mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan praktik profesional. Kolaborasi ini akan menjadi langkah strategis dalam menghasilkan lulusan yang lebih siap kerja, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global," tambahnya.

Pelaksanaan FGD Peninjauan Kurikulum OBE ini menjadi bukti komitmen Program Studi Perbankan Syariah FEBI UIN Madura dalam mengembangkan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan industri. Masukan dari praktisi tidak hanya menjadi bahan penyempurnaan struktur mata kuliah, tetapi juga memperkuat keterkaitan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Body of Knowledge (BoK), strategi pembelajaran, dan profil lulusan yang diharapkan.

Melalui kolaborasi yang semakin erat antara perguruan tinggi dan dunia industri, Program Studi Perbankan Syariah UIN Madura optimistis mampu menghadirkan kurikulum yang tidak hanya memenuhi standar nasional pendidikan tinggi, tetapi juga menghasilkan lulusan yang berintegritas, profesional, menguasai teknologi, adaptif terhadap transformasi industri keuangan syariah, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi dan perbankan syariah di Indonesia.