Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

pbs@iainmadura.ac.id

Debut Gemilang di Kancah Internasional, Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah UIN Madura Raih Juara 2 Kompetisi Riset APSKPS

  • Diposting Oleh Admin Web Prodi PBS
  • Rabu, 9 September 2026
  • Dilihat 21 Kali
Bagikan ke

PAMEKASAN, 09 September 2026 — Keberanian keluar dari zona nyaman membuahkan capaian membanggakan bagi Qorinah Maulidiyah, mahasiswi Program Studi Perbankan Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Madura. Tampil mengusung nama tim Shariah Nomic, Qorin sukses mengamankan predikat Juara 2 dalam ajang bergengsi Scientific Paper Competition pada gelaran International Economic Competition (IEC) APSKPS Vol. 3 Tahun 2026.

Kompetisi riset tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Asosiasi Program Studi Keuangan dan Perbankan Syariah (APSKPS) ini menyajikan persaingan ketat sejak babak awal. Langkah Qorin menembus podium juara dilalui dengan perjuangan ekstra karena harus berhadapan dengan gagasan-gagasan riset unggulan dari berbagai perguruan tinggi terkemuka, baik skala nasional maupun internasional.

Pada babak sepuluh besar (finalis), Qorin harus bersaing menghadapi tiga delegasi asal luar negeri, yakni Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) yang meloloskan tiga finalis perseorangan. Selain itu, panggung final juga diramaikan deretan kampus ternama Tanah Air, mulai dari UIN Imam Bonjol Padang (dua tim finalis), Universitas Negeri Semarang (UNNES), UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Politeknik Negeri Medan, hingga Universitas Islam Malang (Unisma).

Melalui proses penjurian presentasi dan tanya jawab yang ketat, gelar Juara 1 akhirnya diraih oleh Solar Wave Team dari Universitas Negeri Semarang, disusul Shariah Nomic dari UIN Madura di posisi Juara 2, dan Collab ESG Team dari UIN Imam Bonjol Padang di posisi Juara 3.

Membaca Paradoks Transaksi Digital Generasi Muda

Di hadapan dewan juri, keberhasilan riset Qorin bertumpu pada ketajaman analisisnya dalam memotret paradoks adopsi teknologi di kalangan anak muda. Ia mengkaji fenomena tingginya penetrasi transaksi nontunai pada Generasi Z yang nyatanya belum berbanding lurus dengan minat membuka rekening di perbankan syariah, khususnya Bank Syariah Indonesia (BSI).

Melalui pengujian empiris terhadap ratusan responden muda di Pulau Madura, riset tersebut membuktikan bahwa adopsi instrumen transaksi digital harian seperti dompet elektronik dan QRIS tidak serta-merta mengonversi keputusan menjadi nasabah bank syariah secara otomatis. Preferensi institusional tersebut baru dapat terbentuk secara signifikan jika dijembatani oleh perilaku pengelolaan keuangan pribadi (financial behavior) yang matang, terencana, dan disiplin.

Temuan ini memberi masukan strategis bagi industri perbankan syariah bahwa ekspansi pasar pada segmen digital native membutuhkan penguatan fitur manajemen keuangan dan literasi aplikatif, bukan semata-mata mengandalkan kemudahan fasilitas pembayaran digital.

Menembus Ragu pada Debut Perdana

Capaian podium internasional ini kian bernilai karena merupakan debut perdana Qorin dalam kompetisi penulisan karya tulis ilmiah. Sebelumnya, ia hanya terbiasa menyusun makalah akademik untuk keperluan tugas perkuliahan reguler.

"Mengikuti lomba karya tulis ilmiah adalah pengalaman yang benar-benar baru bagi saya. Karena ini ajang pertama, selama prosesnya saya sempat merasa deg-degan dan khawatir, terutama karena belum pernah punya pengalaman tanding di bidang ini sebelumnya," tutur Qorin.

Kekhawatiran itu sempat berlanjut saat sesi pemaparan daring di hadapan para dewan juri. Meski merasa presentasinya belum sepenuhnya maksimal, ia bertekad mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya.

"Ketika akhirnya diumumkan meraih Juara 2, saya sangat bersyukur dan bangga bisa membawa nama UIN Madura di tengah peserta dari kampus-kampus hebat, termasuk delegasi asal Malaysia," katanya.

Pengalaman ini menanamkan keyakinan bahwa kesiapan bukanlah hal yang harus ditunggu secara sempurna sebelum mengambil peluang.

"Pesan dari Mama yang selalu saya pegang erat adalah jangan pernah cepat puas dengan apa yang sudah diraih. Meraih pencapaian memang tidak mudah, tetapi mempertahankan dan terus berkembang setelahnya justru menjadi tantangan yang jauh lebih besar. Untuk rekan-rekan mahasiswa, jangan takut mencoba hal baru dan manfaatkan setiap kesempatan yang datang," ucapnya.

Apresiasi Program Studi

Prestasi membanggakan ini menuai sambutan hangat dari pihak kampus. Ketua Program Studi Perbankan Syariah UIN Madura, Khotibul Umam, M.E.I., menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan kerja keras mahasiswanya yang mampu unjuk gigi di pentas internasional.

"Kami sangat bangga dan mengapresiasi setinggi-tingginya capaian ananda Qorinah Maulidiyah. Mampu bersaing dan meraih juara di tengah kepungan kampus-kampus besar dalam negeri hingga perguruan tinggi dari Malaysia membuktikan bahwa mahasiswa Perbankan Syariah UIN Madura memiliki tradisi ilmiah yang tangguh dan daya saing yang tinggi," tegas Khotibul Umam.

Ia menambahkan, Program Studi Perbankan Syariah UIN Madura terus berkomitmen untuk mendukung iklim riset mahasiswa agar prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi sivitas akademika lainnya untuk aktif menorehkan prestasi di kancah nasional maupun global.